Wednesday, August 3, 2016

Anak Pemilik PonPes Di Tahan Karna Setubuhi Santriwati Di Mobil

Anak Pemilik PonPes Di Tahan Karna Setubuhi Santriwati Di Mobil

 AGEN POKER DOMINO CEME DAN CAPSA TERBAIK DI INDONESIA SALAMPOKER.COM

AGEN POKER  - Rahmaaat (42) anak seorang pengasuh pesantren di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang mengaku khilaf. Pria paruh baya yang telah memiliki istri dan tiga orang anak, mencabuli BN (17), santri pondok milik ayahnya.

AGEN POKER DOMINO INDONESIA - Aksi bejat pelaku berawal dari pertemuan korban dan pelaku di komplek pondok. Sebagai anak pemi pondok, Rahmat sangat dihormati, bahkan selalu di panggil Gus. Namun panggilan tersebut menjadi alat bagi pelaku untuk memperdaya korban. Bujuk rayunya membuat sang santri menuruti perintah. "Korban sebenarnya menolak ketika diajak pergi, karena yang mengajak putra pak kyai tentu saja sungkan," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang, Iptu Sutiyo, Rabu (3/8).

BANDAR CEME INDONESIA - Tak hanya sekali ini saja, aksi bejat Gus Rahmat dilakukan pada korban. Setidaknya sudah tiga kali dan di beberapa tempat berbeda. Pelaku sempat berkelit dengan berdalih kalau hubungan badan keduanya dilakukannya karena perasaan saling suka. Bahkan mengklaim kalau sudah menikah secara siri atau diam-diam.

GAME CAPSA ONLINE - "Berdalih kalau sudah nikah siri. Pelaku juga mengaku sudah lama pacaran. Karena itu kerap diajak keluar dengan mobil," imbuh Sutiyo. Lantaran sudah menjadi budak nafsu Gus Rahmat, perilaku korban banyak perbuhan. Keluarga pur curiga dan menanyai kepada putrinya yang dititipkan untuk mencari ilmu agama itu. "Perubahan inilah yang dicurigai orangtua korban. Awalnya korban juga tidak mengaku, namun setelah didesak terus akhirnya korban bercerita tentang perlakuan yang tak senonoh dari pelaku," imbuhnya. Orangtua korban tidak terima dan melaporkan tindakan pelaku ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan pelaku dan korban.

No comments:

Post a Comment